7 Amalan Ini Akan Mendatangkan Ampunan Allah Saat Ramadhan

0
61

Salah satu asma Allah adalah al-Ghafûr yang artinya Yang Maha Pengampun dan di antara sifat-sifat-Nya adalah maghfirah atau maha memberi ampunan. Sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa. Meskipun dosa telah ditakdirkan pada manusia dan pasti terjadi. Ada baiknya sebagai seorang muslim kita senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan yang erat dengan kesombongan.

Dalam moment medekati ramadhan patutlah kita berbahagia karena dosa-dosa banyak diampuni di bulan penuh rahmat, penuh ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga. Allah

Mari kita manfaatkan momentum ramdahan untuk mendapatkan ampunan dosa, akan berbahagia dengan adanya amalan-amalan shalih agar Allah Azza wa Jalla menghapuskan dosa dan perbuatan jeleknya, karena kebaikan bisa menghapus kejelekan.

Adapun amalan shalih sebagai Sebab-sebab ampunan yang disyariatkan itu di antaranya:

1. DOA DENGAN PENGHARAPAN

Allah memerintahkan berdoa dan berjanji akan mengabulkannya, karena doa adalah ibadah. Doa akan dikabulkan apabila memenuhi kesempurnaan syarat dan bersih dari penghalang-penghalang. Kadangkala, pengabulan itu tertunda, karena sebagian syarat tidak terpenuhi atau adanya sebagian penghalangnya.

Dalam firman Nya:

“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. (Ghâfir/40:60)

baca juga:  Istri Selingkuh, Haruskah Dipertahankan?

Di antara syarat dan adab terkabulnya doa adalah kekhusyukan hati, mengharapkan ijâbah dari Allah Azza wa Jalla, sungguh-sungguh dalam meminta, tidak menyatakan insya Allah (Ya Allah Azza wa Jalla, kabulkanlah permintaanku bila Engkau menghendakinya-red), tidak tergesa-gesa mengharap pengabulan, memilih waktu-waktu dan keadaan yang mulia, mengulangulang doa tiga kali dan memulainya dengan pujian kepada Allah Azza wa Jalla dan shalawat, berusaha memilih makanan dan minuman yang halal dan lain-lain.

2. ISTIGHFÂR (MEMOHON AMPUNAN)

Permohonan ampun ini merupakan pelindung dari adzab, penjaga dari setan, penghalang dari dari kegelisahan, kefakiran dan penderitaan, pengaman dari masa paceklik dan dosa; meskipun dosa-dosa seseorang telah menggunung sampai menyentuh langit.

Salah satu upayanya adalah membaca istighfâr sebagai penutup berbagai amalan, umur, serta penutup majelis.

3. BERPUASA DI SIANG HARI DAN SHALAT MALAM KARENA IMAN DAN IKHLAS LILLAHI TAALA

Ialah seorang muslim yang berpuasa bukan dengan niat mengikuti orang banyak, juga tidak untuk mendapatkan sanjungan orang, tidak untuk melestarikan adat atau supaya sehat; juga tidak berniat pamer serta tidak untuk mensukseskan urusan duaniawi.

Dia juga tidak berniat untuk mendoakan keburukan yang tidak pantas buat seorang Muslim. Dia melaksanakan ibadah puasa terdorong oleh niat beriman kepada Allah SWT dan untuk merealisasikan ketaatan kepada-Nya dan mengharapkan pahala dari Allah. Maka Dengan melaksanakan semua ini berarti seorang Muslim telah menjaga waktu siangnya dengan puasa, memelihara waktu malamnya dengan shalat tarawih serta berusaha mendapatkan ridha Allah Azza wa Jalla.

baca juga:  Pemuda yang Injak dan Corat-coret Al-Qur’an Mengaku Hanya Cari Sensasi

4. MELAKSANAKAN SHALAT MALAM PADA LAILATUL QADAR KARENA IMAN DAN INGIN MENDAPATKAN PAHALA

Lailatul Qadar adalah suatu malam yang Allah Azza wa Jalla muliakan, melebihi semua malam lainnya, suatu malam saat Allah k menurunkan kitab-Nya.
Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur‘ân) pada malam kemuliaan. (al-Qadr/97:1)

Allah Azza wa Jalla menjadikan Lailatul Qadar ini lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam ini para malaikat turun dan menjadikannya malam keselamatan dari segala keburukan dan dosa. Allah Azza wa Jalla mengkhususkan satu surat dalam al-Qur’ân yang membicarakan tentang malam ini. Orang yang terhalang dari berbagai kebaikan pada malam ini berarti dia terhalang dari semua kebaikan.

5. BERSEDEKAH

Bersedekah termasuk salah satu qurbah (ibadah yang mendekatkan diri) yang agung di hadapan Allah. Dengannya, seorang hamba memperoleh kebaikan, sesuai dengan firman Nya:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan. sesungguhnya Allah mengetahuinya” (Ali Imrân/3:92).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang sangat dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau berjumpa dengan malaikat Jibril. Saat itu beliau lebih berbaik hati daripada angin yang bertiup sepoi-sepoi. Di antara bentuk sedekah terbaik adalah memberi makan orang yang puasa (ifthârus shâim).

baca juga:  Rawan Bid’ah dan Syirik, Saudi Larang Jamaah Umrah Berziarah ke 30 Lokasi di Makkah

6. MELAKUKAN UMRAH

Ibadah umrah termasuk faktor yang menggugurkan dosa-dosa. Rasulullah bersabda: “Ibadah umrah ke ibadah umrah (berikutnya) adalah penggugur dosa antara keduanya. Dan pahala haji mabrur tiada lain adalah surga” (al-Bukhâri no: 1650)

Umrah di bulan Ramadhan pahalanya lebih besar daripada di bulanbulan lainnya. Betapa besar keberuntungan orang yang umrah di bulan Ramadhan. Ia bagaikan berhaji bersama Rasulullah SAW, seperti orang yang menyertai beliau dalam ihram, sai dan thawaf dan seluruh manasik haji beliau.

7. MENYEMPURNAKAN PUASA SEBULAN PENUH

Ada sekian banyak orang yang akan bebas dari api neraka di bulan Ramadhan, dan itu terjadi di setiap malam. Allah menyempurnakan pahala orang-orang yang sabar tanpa perhitungan khusus. Ada Ulama yang mengatakan: “Barang siapa berpuasa sebulan penuh dan meraih pahala sempurna, dan berjumpa dengan malam lailatul qadar, sungguh ia telah menggapai hadiah dari Allah.”

Semoga Allah Azza wa Jalla mengampuni dosa-dosa kita sekalian dan menutupi kekurangan-kekurangan kita dan memudahkan segala urusan kita.

sumber:www.kabarmakkah.com