Viral Video Ustad Abdul Somad Menyarankan Bom Bunuh Diri? Ini Klarifikasinya!

0
102

Pada media sosial banyak video yang bermunculan berjudul Ustad Abdul Somad ceramahnya tentang pemboman bunuh diri. Ustad Somad menegaskan bahwa video yang telah terjadi beberapa tahun yang lalu itu dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Ini klarifikasi penuh Ustaz Somad:

Dua hari ini saya menjawab pertanyaan video di (masjid) An-nur kurang lebih 2-3 tahun yang lalu di viralkan lagi tetapi video itu dipotong, dipotong. Saya masih ingat lokasi masjid An-Nur (dalam) studi fajar pada hari Sabtu.

Pertanyaan jemaat memakai kertas pada waktu itu, apa pendapat ustaz tentang pemboman bunuh diri di Palestina?
Lalu saya jawab yang tidak mengatakan itu adalah pemboman bunuh diri tetapi mengatakan itu adalah gerakan martir, karena saudara kami di Palestina tidak bunuh diri tetapi mati sebagai martir.

Kemudian video itu dipotong ketika beberapa saat yang lalu ada bom pot meledak di Kampung Melayu, video itu viral, lalu yang terakhir di (bom) Surabaya (video) viral lagi. Kemudian ada kompor orang-orang yang meledakkan video viral lagi. Perlu diluruskan.

baca juga:  Tak Menyangka Begini Alasan Menag Tak Memasukan Nama Ustad Abdul Somad

Perbedaan antara di Palestina dan di luar Palestina. Apa bedanya? karena Nabi membedakan antara non-Muslim di Mekah dan non-Muslim Madinah.

Sementara Abu Jahal, Abu Lahap, Abu Syofyan sebelum masuk Islam di Mekah tidak. Apa bedanya dengan di Madinah adalah damai. Sementara di Mekah itu adalah perang. Jadi kita tidak bisa menyapu, rata-rata.

Non-Muslim di Palestina, Zahudi, Israel, Zionis itu adalah harbi (wilayah musuh). Bukalah surat Al-Muntahanah Ayat 8. Jika orang-orang non-Muslim itu tidak mengusir Anda dari kota asal Anda dan tidak memerangi Anda, maka Allah mengatakan Anda dapat berbuat baik kepada mereka dan bersikap adil.
Mengapa ini tidak benar di Palestina? karena orang Israel telah melanggar dua hal. Orang-orang Israel memerangi orang-orang Palestina dan mengusir orang-orang Palestina. Jadi jangan menggeneralisasi. Jangan memotongnya. Nah ini memperbaiki klarifikasi kami.

Nah, bagaimana proposisi bahwa orang-orang Palestina yang meledakkan diri di kerumunan tentara Israel. Kenapa dia mati sebagai martir. Dimana proposisinya?

baca juga:  Gaza Luncurkan Layang-layang Api, Israel Balas Dendam Dengan Pesawat Jet

Buka Shahih Muslim. Saya membacanya. Ketika Nabi bersama seorang teman, di tahun ketiga Perang Uhud. Pada waktu itu Nabi dikepung oleh orang-orang kafir Quraish yang diserang dari pemimpinnya di Mekah, Abu Sofyan.

Bawa mereka ke Kota Madina, serang. Pada saat itu, kondisinya adalah perang. kemudian, satu di samping nabi ini, musuh di depan, di samping Nabi ada 7 orang Anshor. Jadi apa yang Nabi katakan?

Siapa di antara kamu yang mampu mengusir massa Quraish, maka syahidlah dia. Dia akan bersamaku di surga. Kemudian satu per satu pasukan Nabi datang ke geng, pasti mati, karena dia sendirian, sementara barisan musuh penuh sesak. 90% mati.

Kemudian, dia menebas pedangnya banyak orang politeis meninggal dan dia juga mati sebagai martir. Jadi tidak dalam keadaan aman, bukan di tetangga dan kemudian menerbangkan. Ini tidak benar.

Lalu apa komentar Imam Syafi’i? Dalam Kitab Al-Umm Juz 4 Surat 69. Jika ada seorang pria dalam keadaan terkepung maka dia dengan pedangnya dengan tombaknya melemparkan dirinya ke dalam sekelompok musuh pasti akan mati, tidak ada risiko lain. Jadi Nabi berkata bahwa dia mati syahid dan tindakannya dibenarkan, dia tidak bunuh diri.

baca juga:  Subhanallah, Muslimah ini Melahirkan Cepat dan Mudah Hanya Berbekal Sarung jadi Viral

Apa yang dikatakan Al-Ghazali, jika ada seorang Muslim, sendirian, tunggal, mengambil tombaknya, mengambil pedangnya ke sebuah kuil pagan polytheus dipaginya. Meski dipastikan dikonfirmasi mati, maka kata Imam Al-Ghazali tindakannya mungkin mati syahid.

Bagaimana dengan para ulama hari ini? Syekh Yusuf Al-Kandahlawi dalam fatwa-nya, jangan Anda katakan itu gerakan mati suri yang mati tapi mati.

Bagaimana dengan Sheikh Al-Bani, ketika ditanya bagaimana dengan Palestina yang membawa bom itu meledak di tengah-tengah tentara Yahudi yang ingin membantai Masjidil Aqsa, apa hukumnya?
Tindakan ini bukan bunuh diri. Seorang Muslim membunuh dirinya sendiri karena ingin menyingkirkan dirinya dari orang miskin, orang sakit, orang sakit, membunuhnya yang adalah orang bodoh yang mati ….