Sebut Bom Gereja Surabaya Pengalihan Isu, Ibu Ini ditangkap Polisi

0
87

Sementara Indonesia meratapi hilangnya anak-anak bangsa karena serangan bunuh diri. Ada orang-orang yang memiliki tragedi kecil yang menghubungkan tragedi pemboman gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu atau pengaturan pemerintah saja.

Adalah seorang wanita bernama Fitri Septiani Alhinduan seorang wanita yang merupakan wanita yang bekerja sebagai Kepala Sekolah SMP di Pontianak. Dia ditangkap oleh polisi karena menyebut tragedi serangan bom di Surabaya sebagai pengalihan isu-isu pemerintah. Fitri Septiani diamankan saat berada di sebuah rumah kost, Jl Sungai Mengkuang, Desa Pangkalan Buton, Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Namun menurut Kombes Nanang Purnomo selaku Kepala Bagian Humas Polda Kalimantan Barat, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas dan kasusnya sudah diserahkan penyidik ​​Polres Kayong Utara ke Polda Kalbar.

baca juga:  Subhanallah, 5 Fakta Ilmiah Ka'Bah Ini Akan Menggemparkan Jiwa Ragamu

FSA alias kampret wanita yang ditangkap pada hari Minggu jam 4 sore oleh personil Satker Pidana Satuan Polisi Kayong Utara. Sebelumnya ia menulis dalam status facebook-nya pada analisis tragedi bom surabaya adalah transfer Isu atau rekayasa pemerintah sendiri. Ini diposting oleh OJK;

Setelah Mendayung 2-3 Pulau Terlampaui. Setelah bom:

1. Nama Islam dibuat ternoda

2. Triliunan Dana Program teror anti teror

3. Isu 2019 untuk menggantikan Presiden tenggelam. Sadis lu bong … Orang-orang itu sendiri juga memukul. Dosa besar …. !!!

baca juga:  Berjalan Selama 26 Hari Sopir Ini Mengadu Ke Jokowi, Begini Tanggapan Jokowi!

Fitri Septiani Alhinduan bin kampret juga sempat menulis status bahwa tragedi bom di Gereja-Gereja Surabaya hanyalah drama yang dibuat oleh Polisi untuk anggaran anti teror Densus 88 plus statusnya:

Bukan sudah dipindahkan ke NK (Nusakambangan)? Wow … program ini pasti akan meminta tambahan dana anti teror lagi ya? Sial untuk orang-orang? Drama satu tingkah kagak, ingin membuat tulisan drama keduanya.

Waduh benar-benar memalukan perkemahan ini. Kebencian atau kritik terhadap pemerintah Jokowi tidak apa-apa tetapi tidak membuat berita fitnah ginilah. Ini adalah masalah kemanusiaan bukan konsumsi politik lagi. Cinta Tuhan otak digunakan untuk berpikir bukan untuk gaya. Korban Polisi dan masyarakat hanya sinetron adegan doang?

baca juga:  4 Media Sosial Karya Anak Bangsa

Termasuk teroris pelakunya yang tubuhnya patah juga boong-boongan saja? Kenakan sedikit hati, bagaimana perasaan para korban keluarga ditinggalkan. Hancur, meratap dengan pahit, kehilangan sosok berharga dalam hidup, tentu saja itulah yang mereka rasakan.

Foto diambil oleh Polisi, Hayoo The Kampret siapa lagi mo nyulul?

Sekarang bertanggung jawab atas perbuatan Anda, sampai Anda sepenuhnya sadar bahwa orang-orang Anda di kamp tidak akan pernah datang untuk menyelamatkan. Biar nggak ngele paling nggak mau ngakui temen, ya sudah udah model langganan seperti mah πŸ˜€ ini