Cara Mendapatkan Wanita Sholehah? Menurut Ustadz Abdul Somad

0
145

 

Dalam studi fajar bertema “Tip to Build Islamic Family” pagi ini, salah satu pesertabertanya kepada Ustadz Abdul Somad

“Bagaimana cara mendapatkan seorang wanita sholihah?”

Jadi pertanyaan tertulis dari salah seorang peziarah yang dibaca oleh Ustadz Abdul Somad

“Dicari,” jawab Ustadz Abdul Somad langsung disambut oleh tawa jemaat.

Jangan hanya menunggu dengan bertengkar “jika pasangan tidak pergi ke mana pun”

“Lihat, teman kita, Orang tua juga membantu.”

Tentunya rezeki berasal dari Tuhan, tetapi kita harus bekerja.

Jika usaha yang baik, niat baik, doa yang baik, wanita yang cakap, bersyukur

Jika Anda telah mengetahui Karakter wanita shalihah: bersenang-senang dengan suaminya, mematuhi perintah suaminya dan hormat.

Berikut adalah beberapa contoh dan

9 Rahasia Mendapatkan Jodoh yang Sholehah

Mendapat jodoh adalah sholehah menginginkan hampir semua pria. Bahkan seorang pria yang sadar akan dirinya sendiri tidak baik juga menginginkan istrinya suatu hari nanti adalah istri yang sholehah.

Mendapatkan pasangan kencan bukanlah hal yang mudah. Logikanya, untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dan berkualitas tentu sulit kan? Terutama di zaman modern dan super bebas seperti sekarang.

Tetapi ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan sebagai upaya mendapatkan pasangan sholehah. Apa pun? Berikut penjelasannya.

Oh iya, meski artikel ini untuk kalian pria, kalian juga dipersilahkan untuk membaca lho ya. Karena pada umumnya rahasia mendapatkan belahan jiwa juga saleh serta beberapa hal ini.

baca juga:  Menyerah dengan Alasan ‘Mending Nikah Aja’ Saat Cobaan Hidup Menerpa Silih Berganti Itu Namanya Bunuh Diri! Yakin Masalahmu Selesai dengan Cara Ini?

Niat Benar

Dalam Islam, niat itu adalah hal pertama yang dinilai. Niat juga akan mempengaruhi setiap tindakan yang kita lakukan akan dihitung sebagai kebaikan dan ibadah atau tindakan yang sia-sia.

Sebelum Anda mulai mencari pasangan, pastikan niat Anda untuk menikah sudah benar. Pastikan niat Anda menikah karena Allah dan Rasul-Nya. Berniat menikah karena ingin mencapai persetujuan Allah, mengikuti Sunnah Nabi dan menyempurnakan iman Anda.

Jika niat Anda masih terbatas pada hal sepele dan sepele, sebaiknya niat itu diluruskan terlebih dahulu. Apalagi jika niatnya terbatas ingin merasakan kenikmatan dunia dengan cara yang sah. Meski tidak salah juga, namun niat ini akan mengurangi nilai kesucian dan berkah dari sebuah pernikahan.

Ingat rumus umum, wanita yang baik untuk pria yang baik. Wanita yang tidak baik untuk pria yang tidak baik. Dan sebaliknya. Jadi, untuk mendapatkan pasangan yang baik dan sholehah tentu Anda harus baik dulu.

Coba sendiri tentang diri Anda sekarang, Anda berada pada tingkat apa, seberapa baik. Evaluasi diri dan cari tahu kekurangan Anda. Kemudian buat program untuk melakukan perbaikan dari hasil evaluasi.

Kriteria Jangan Tinggi

Salah satu ciri pria yang sulit menyesuaikan jodoh adalah memiliki kriteria yang terlalu muluk. Pria-pria ini menginginkan wanita cantik, manis, putih, tinggi, pendidikan minimal S1, anak-anak kaya dan berbagai kriteria lainnya.

Sebenarnya bukan salah satu asal juga kamunya dapat mengimbangi keindahan, kekayaan dan pendidikan yang sama. Masalahnya adalah ketika Anda normal tetapi menginginkan istri yang luar biasa.

baca juga:  Hukum Bekerja Pada Rentenir

Karena itu, jangan terlalu muluk dalam memilih jodoh. Carilah jodoh yang sekufu atau sepantaran. Baik secara fisik, keuangan, sosial dan kriteria lainnya.

Jika doa Anda untuk mendapatkan jodoh belum dijawab oleh Tuhan, jangan putus asa. Terus berdoa sampai Tuhan akan memberinya satu hari. Setiap doa akan diberikan oleh Tuhan.

Jika doa Anda belum dijawab, ada beberapa kemungkinan. Pertama, Tuhan menunda pemberiannya, tidak mengabaikannya. Kedua, Tuhan menggantikan dengan yang lebih baik. Ketiga, ada yang salah dengan doa Anda.

Jadi tetap berdoa dan percaya Tuhan akan mengabulkan doa atau mengubah permintaan Anda dengan lebih baik. Kemudian, cobalah evaluasi di mana ada yang salah dengan doa Anda baik tata cara maupun isinya.

Tingkatkan ibadah Sunnah

Titik ini sebenarnya terhubung dengan titik kedua sebelumnya. Meningkatkan ibadah Sunnah adalah salah satu bentuk perbaikan diri. Jika Anda sudah jarang sholat dhuha, mulailah sekarang rutinkan dhuha sembahyang.

Jika belum pernah tahajjud, mulai malam rutinkan tahajjud. Jangan lupa untuk selalu berdoa bersama di masjid. Perbanyak juga baca Al Quran, sedekah, puasa sunnah senin Kamis (BACA JUGA: Manfaat Puasa Senin Kamis), sholat sunnah rawatib dan lain sebagainya.

Semoga Anda juga akan mendapatkan istri yang juga memperbaiki diri dengan ibadah sunnah.

baca juga:  Masuk 200 Mubalig Kemenag, Aa Gym Beri Respons Lembut yang Nendang

Perluas jaringan

Memperluas jaringan di sini berarti memperluas hubungan. Bergabunglah dengan komunitas baru. Temukan forum baru yang belum Anda kenal sebelumnya. Jika Anda masih kuliah, bergabunglah dengan berbagai organisasi di kampus Anda.

Dengan begitu, Anda tahu banyak orang baru. Nah, dari sana mudah-mudahan ada orang yang bisa menjadi calon istri Anda. Atau, salah satu teman baru Anda dapat memperkenalkan Anda kepada satu atau lebih sholehah wanita.

Jadi, hal yang harus Anda pastikan adalah bahwa setiap komunitas yang akan Anda dekati adalah komunitas yang baik.

Ekspresikan Hati

Ya, nyatakan hatimu kepada doi. Tetapi nyatakan dengan cara yang elegan. Jangan lakukan dengan cara rendahan seperti “maukah kamu menjadi pacarku?” Seperti seseorang ingin bersama.

Bagaimana elegan rasanya?

Ta’aruf!

Temukan wanita yang menurut Anda sesuai dengan kriteria Anda. Undang dia untuk bertukar CV. Atur pertemuan untuk pertanyaan dan jawaban dengan satu atau lebih orang. Jika cocok, segera pergi ke pesta pernikahan. Sederhana bukan? …

Tawakkal dan Pasrah

Setelah berbagai usaha tersebut sudah kamu lakukan. Kini saatkan untuk bertawakkal dan berpasrah diri kepada apapun keputusan Allah.

Tapi ingat ya, tawakkal itu ada di akhir usaha. Bukan di awal atau di tengah usaha. Jadi jangan bilang kamu tawakkal jika usaha kamu masih sedikit atau belum maksimal. Di tahap ini, kamu juga harus terus memperbaiki diri dan memperbanyak doa.