Makna Bahasa Tubuh Jokowi untuk PDI Perjuangan Dalam Rakornas Tiga Pilar PDIP.

0
97

TANGERANG SELATAN – ‎Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDI Perjuangan adalah bagian dari upaya partai itu menyukseskan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sekaligus juga, memenangkan hati publik pada sisa dua tahun pemerintahannya.

Walau tujuan utama Rakornas dilakukan demi mendorong perwujudan ekonomi kerakyatan, namun tak dapat dipungkiri dengan adanya limpahan elektoral yang dianggap sekedar bonus oleh PDI Perjuangan.‎

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekjen PDI Perjuangan yang juga Sekretaris Panitia Rakornas Tiga Pilar PDI Perjuangan, Eriko Sotarduga,‎ menanggapi pertanyaan wartawan soal beda tampilan Presiden Jokowi di acara pembukaan rakornas itu.

“Pada acara kali ini, Jokowi memakai jas merah, yang merupakan warna kebesaran PDI Perjuangan. Jokowi juga mengawali pidatonya dengan mengutip pernyataan Bung Karno, Proklamator RI. Jokowi juga tampak menuntun Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan, ketika turun dari panggung di acara pembukaan,” kata Eriko Sotarduga, Wakil Sekjen PDI Perjuangan yang juga Sekretaris Panitia Rakornas Tiga Pilar PDI Perjuangan, di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/12/2017).

baca juga:  Ternyata Wanita Cantik Inilah yang Menjadi Kunci Sukses Mohamed Salah di Lapangan Hijau

Dilanjutkan Eriko, memang tak sering bagi Presiden Jokowi tampil di acara partai itu mengenakan pakaian berwarna merah. Dengan demikian, bisa dipahami bahwa ini adalah bentuk penegasan bahwa Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah kader PDI Perjuangan.

“Perlu diingat, yang membawa Jokowi mulai dari Walikota, Gubernur hingga Presiden adalah PDI Perjuangan. Partai itu dengan berani mengusung kadernya yang bukan Ketua Umum. PDI Perjuangan adalah satu-satunya yang melakukan itu,” imbuhnya.

baca juga:  Mengintip Istana Raja di Kamboja

Masih kata Eriko, Presiden Jokowi sudah melakukan pembangunan infrastruktur dengan baik. Sehingga wajar bila tingkat kepuasan masyarakat sangat besar. Berdasarkan berbagai survei terakhir, tingkat kepuasan atas kinerja sang presiden sudah di atas 70 persen.‎

Namun, menurut dia, pembangunan infrastruktur takkan berdampak lebih bila hasil produksi masyarakat tak membaik. Karenanya agar tingkat kepuasan semakin meningkat, maka produksi masyarakat harus makin ditingkatkan.‎

“Kita selalu ingin melakukan akselerasi pembangunan itu. ‎Kalau hasil ini baik. Kan bukan mustahil dua periode. Yang jelas, jika Pak Jokowi baik, maka PDIP akan baik. Pak Jokowi itu bagian dari PDIP,” jelas Eriko.

“Tak kita pungkiri, mungkin ada limpahan elektoral sebagai dampak kerja ini, tapi kita anggap itu bonus. Yang utama tetap adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

baca juga:  10 Tahun Tidak Bertemu, Pria ini Terkejut Melihat Istri Sahabatnya

Sementara di lokasi yang sama, anggota Panitia Pengarah Rakornas, Darmadi, menerangkan, dari 59,7 juta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, hanya sekitar 30 persen yang memiliki daya saing. Banyak pelaku UMKM yang usia hidupnya rendah, dan bangkrut dalam waktu singkat.

Dalam Rakornas ini, akan ditampilkan1000 model ekonomi kerakyatan, yang bisa menjadi contoh bagi kader untuk dikembangkan di daerah masing-masing.

“Kita harap itu bisa dikembangkan lagi sehingga daya saingnya bisa tinggi. Ini sesuai Nawacita Presiden Jokowi, supaya daya saing bisa ditingkatkan,” terang Darmadi.‎

(muf)

Sumber : Okezone