7 Hal Ini Dilakukan Teroris Pada Penyanderaan di Mako Brimob

0
74

Sebanyak 156 teroris yang ditahan di Unit Penahanan Brimob Makim telah ditebus untuk sembilan petugas polisi. Tragedi induk berakhir setelah sekitar 36 jam.

Teroris tampaknya tidak hanya menerima tebusan polisi. Mereka juga melakukan banyak hal selama dua malam. Apa saja?

1. Mengamuk pada Makanan

Seorang narapidana bernama Wawan bertanya tentang makanan dari keluarganya. Tahanan lain juga meringankan emosi mereka.

“Hari atau sore, ini makanan yang keluar dari keluarga. Dia mengatakan kepada Pak Budi (pegawai), Mr Budi tidak bertugas atau keluar, jadi dia tidak menemukan sesuatu, dia membuat keributan, goyah, Wawan (bertanya) di mana makanan itu dikemas, kebisingan, rewel, memicu orang lain, “kata Kapolda Humas, Setyo Wasisto kepada wartawan di Mako Brimob, Depok, Rabu (9/5/2018).

baca juga:  Jika Benar Facebook Ditutup, Inilah yang Bakal Kamu Kangenin Seumur Hidup

2. Pecahkan Tembok untuk Atur Senjata

Dalam menjalankan kerusuhan dan tebusan di Pusat Penahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, penahanan teroris menggunakan senjata. Dari mana senjata itu berasal?

Komandan Komandan. Jenderal Syafruddin mengatakan para tahanan teroris berada di penjara. Para narapidana menggunakan berbagai macam barang sehingga mereka bisa memecahkan hambatan.

Baca juga: Tingkat Kecemasan Warga Menghormati Tragedi di Mako Brimob

“Kita bisa mendapatkan senjata dari mana-mana, dia rusak di mana-mana, dia bisa pecah kaca, dia bisa besi, dia bisa apa, semuanya kacau,” kata Syafruddin di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Kamis / 5/2018) .

3. Aktifkan Instagram

Para tahanan teroris memiliki siaran langsung di media sosial Instagram. Di mana tahanan mendapatkan ponsel Instagram secara langsung?

baca juga:  Surabaya Digonjang Teror Bom, Ini 5 Arahan Walikota Risma ke Guru Agama se-Surabaya

Komandan Komandan Syafruddin mengatakan telepon itu diperoleh dari penyitaan petugas polisi yang bertugas dalam putusan itu.

“Ini penyitaan, ya (ada anggota),” kata Syafruddin di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/05/2018).

4. Tangkap Polisi

Teroris telah menjadi tebusan untuk sembilan polisi. Empat polisi dievakuasi, tetapi kondisinya terluka dan bergegas ke Rumah Sakit Bhayangkara. Lima lainnya tewas dengan luka parah. Sementara itu, seorang polisi dibebaskan setelah penangkapan 29 jam.

5. Tangkap Polisi sampai Hidup

Lima polisi tewas setelah ditahan oleh tahanan teroris di Mako Brimob. Mayoritas kematian diretas di leher.

“Jelas sekali, dari lima rekan yang mati, mayoritas terluka oleh senjata tajam di leher, saya ulangi, karena senjata tajam di leher,” kata kepala Biro Informasi Polisi Brigadir Jenderal Iqbal.

baca juga:  Viral Ijazah Jadi Bungkus Gorengan, Semoga Bukan Ijazah Kamu

Iqbal mengatakan mayoritas korban terluka dengan senjata tajam di belakang lehernya. “Seperti luka yang patah,” katanya.

6. Merakit Bom

Komandan Komandan Syafruddin mengatakan ledakan di Mako Brimob tadi pagi adalah proses sterilisasi. Menurut Syafruddin, warga sudah memasang bom.

“Mereka selama 40 jam menyandera dan mereka melakukan kegiatan pemasangan bom dan sebagainya,” katanya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

7. Tukarkan Host dengan Makanan

Bripka Iwan Master dibebaskan dari tebusan di Mako Brimob pada Kamis (10/5/2018) sekitar pukul 00.40 WIB. Pembebasan Iwan datang setelah polisi mengajukan tawaran.

“(Penawaran) makanan, mereka meminta makanan, jadi kami membujuk mereka untuk dibebaskan,” kata Inspektur Jenderal Setyo Wasisto.

Sumber: detik.com