Ternyata Berbahaya, Anak Terlalu Dini Dipaksa Belajar, Ini 4 Resikonya

0
82

Pada zaman sekarang, banyak orang tua yang berlomba-lomba untuk mengirim anak-anak mereka ke sekolah sedini mungkin. Meskipun beberapa sekolah memiliki batasan usia untuk siswa baru

Tetapi seringkali orang tua yang memaksa anak-anak mereka untuk tetap tinggal di rumah. Bahkan, itu tidak baik untuk mental anak.

Jika seorang anak tetap dipaksa untuk pergi ke sekolah sedini mungkin, anak itu mungkin berisiko sebagai berikut:

1. Sulit untuk Menyerap Pelajaran Sekolah
Salah satu risiko terlalu cepat mengirim anak ke sekolah adalah kesulitan menyerap pelajaran. Mengapa?

Karena belajar di sekolah, tidak hanya membutuhkan kedewasaan akademik, tetapi kematangan emosi juga diperlukan.

baca juga:  Jangan Sampai Kita Termasuk Dalam Golongan Ini, 4 Orang Paling Jauh Dari Allah

2. Sulit untuk Bersosialisasi
Karena secara emosional anak belum matang. Ada banyak faktor yang dapat membuat anak sulit beradaptasi.

Misalnya, karena anak sulit belajar dia akan merasa ditinggalkan dengan teman-teman lain. Ini akan membuatnya merasa lebih rendah dari teman-temannya.

Atau karena dianggap lebih kecil dari yang lain, mereka bisa mendapatkan perlakuan intimidasi dari teman-teman lama mereka.

3. Rentan terhadap ADHD
Anak-anak yang terlalu cepat di sekolah juga berisiko mengalami gangguan attention hyperactivity disorder (ADHD) alias hyperactivity syndrome.

baca juga:  Ternyata Artis Ini Pernah Ingin Murtad!

Sebuah penelitian oleh Rumah Sakit Veteran Taipei di Taiwan mengungkapkan bahwa anak-anak memasuki kelas (sekolah) di bawah umur, rentan terhadap ADHD.

Ini karena kemampuan anak untuk mengendalikan perilakunya hanya dapat berkembang seiring bertambahnya usianya.

Dengan demikian, pada usia dini anak akan mengalami kesulitan mengendalikan perilakunya dan jika terpaksa rentan terhadap ADHD

4. Memiliki Masalah Perilaku di Masa Depan
Anak-anak yang terlalu cepat di sekolah akan mengalami masalah interupsi atau perilaku. Mereka dituntut untuk cepat belajar, tumbuh cepat dan matang sebelum waktunya, maka waktunya akan tiba ketika anak akan memberontak.

baca juga:  Ustaz Fahmi Salim, Minta Namanya Di hapus dari daftar 200 Penceramah Kemenag, Gara-gara Ini!

Ini terjadi karena beberapa anak merasa masa kecil mereka telah direnggut dan tidak bahagia.

Teman Ummi, jangan paksa anak untuk pergi ke sekolah ketika dia berusia di bawah 5 tahun. Meskipun Sahabat Ummi merasa kasihan ketika anaknya hanya di rumah dan memainkannya.

Ingat bahwa hampir seluruh kehidupan anak dihabiskan untuk bermain puas. Itu harus bersama mereka.

Jangan hanya memprioritaskan pendidikan akademis, tetapi juga untuk pendidikan emosional mereka.

Sumber: ummi-online.com

Terima Kasih Telah berkunjung ke suarandeso.com jangan lupa Share jika bermanfaat