Woow, ini 5 Fakta Unik Bayi Menangis Yang harus anda Ketahui Nitizen?

0
90

Bagi ibu yang baru saja melahirkan anak pertama mereka, mendengar suara tangisan bayi menjadi momen yang tak terlupakan. Seorang bayi yang menangis setelah keluar dari rahim ibu menunjukkan bahwa dia telah dilahirkan dengan sehat.

Bayangkan saja jika bayi yang ibu sampaikan tidak menangis. Ada kemungkinan bahwa anak itu memiliki gangguan tertentu yang membuatnya tidak menangis ketika ia dilahirkan.

Namun, suara yang keras dan memekakkan (19459003) tangisan bayi juga terkadang membuat mereka tidak nyaman, terutama di malam hari. Bahkan, tidak sedikit orangtua yang menjadi stres dan emosional ketika mendengar bayi menangis.

Bukan hanya karena faktor kesehatan, mengikuti fakta unik di balik suara tangisan bayi yang menangis:

1. Bayi Menangis Agar Bernafas
Saat masih di dalam rahim, bayi bernapas dengan menyerap oksigen melalui tali pusat. Dengan cara yang sama, karbon dioksida dalam darah dilepaskan.

baca juga:  Berjalan Selama 26 Hari Sopir Ini Mengadu Ke Jokowi, Begini Tanggapan Jokowi!

Setelah lahir, bayi harus menggunakan paru-parunya untuk menghirup oksigen. Inilah mengapa dia menangis.

Melalui seruannya, bayi akan melepaskan zat yang tersisa di hidung dan paru-parunya saat dia masih di dalam rahim. Dengan begitu, dia bisa menggunakan paru-parunya untuk bernafas.

2. Bayi Baru Lahir Menangis Tanpa Merobek Air Mata
Air mata diproduksi dari kelenjar air mata yang terletak di belakang mata. Pada bayi, kelenjar ini terjepit dengan saluran air mata yang ada di sudut mata.

Namun, hingga usia delapan bulan, kelenjar lakrimal di mata anak tidak dapat berfungsi dengan sempurna. Jadi, bayi tidak akan robek walaupun dia menangis keras

3. Menangis Sebagai Cara Komunikasi
Suara tangisan bayi tidak selalu menyebalkan, kok. Bisa jadi, si bayi menangis karena dia menginginkan sesuatu dari ayah dan ibunya atau mengatakan kalau dia tidak menyukainya.

baca juga:  Inilah 4 Fakta Racun Kalajengking yang Ternyata Harganya Tidak Mahal-mahal Amat

Misalnya, ibu sedang menyusui si kecil. Beberapa saat kemudian dia menangis setelah ibu selesai menyusui. Mungkin, bayi Anda ingin menyusu lebih lama.

Tidak hanya itu, misalnya bayi ditemani oleh ayahnya. Kemudian, ayah pergi untuk mengambil sesuatu dan dia menangis. Ini berarti si anak ingin sang ayah tidak meninggalkannya.

4. Menangis Menunjukkan Kemampuan Bahasa Anak
Rupanya, tangisan bayi yang keras atau dramatis dapat menunjukkan kecerdasannya, lo . Sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman membuktikan bahwa nada menangis bayi bisa menjadi indikator kemampuannya untuk berbicara nanti.

Jika nada menangis anak menunjukkan variasi dalam minggu pertama, dia akan menjadi lebih kompeten dalam bahasa pada usia 2 atau 3. Sebaliknya, jika nada tidak berpola, anak akan cenderung mengalami kesulitan bahasa.

baca juga:  Saat Sedang Parkir, Pria ini Terkejut Melihat Sebuah Benda Menancap di Ban Mobilnya!

5. Tangisan Bayi Mengikuti Budaya Lokal
Fakta unik tentang tangisan bayi terakhir adalah irama yang ternyata sesuai dengan budaya tempat si kecil tumbuh.

Seorang profesor etnologi dari Universitas Gottingen, Jerman menunjukkan bahwa kebiasaan menangis bayi dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan.

Misalnya, India menjadi negara dengan tangisan bayi terpendek. Ini karena ada banyak orang yang merawat si kecil ketika menangis, mulai dari orang tuanya, kakek-nenek, hingga pengasuh.

Sementara itu, bayi yang lahir di Amerika Serikat dan beberapa negara di Benua Eropa cenderung memiliki ritme yang lebih lama.

Tidak heran, karena negara-negara ini memiliki kebiasaan membiarkan anak menangis mereka untuk diam saja.

Namun, ibu tetap harus waspada ketika anak menangis. Bisa jadi tubuhnya tidak nyaman atau dia sakit.

Sumber: halodoc.com