Pohon Soekarno ada Di Mana?

0
130

Presiden Soekarno terus melayani nama Indonesia di dunia internasional sampai sekarang. Namanya abadi di beberapa tempat di berbagai belahan dunia.

Di Arab Saudi, ada sejenis pohon yang dikenal sebagai pohon Soekarno. Pohon-pohon yang ditanam di sekitar sawah Arafah berfungsi untuk memayungi pangkal Arafah dan membantu mengurangi panas ketika para peziarah melakukan wukuf di Arafah.

Tidak hanya ditanam di sekitar dataran Arafah, pohon Soekarno juga banyak ditanam di berbagai pelosok Makkah, Madinah dan Jeddah

Keberadaan pohon Soekarno dimulai ketika presiden Indonesia pertama mengunjungi Arab Saudi pada tahun 1955. [19659002] Saat melakukan ziarah, Soekarno kemudian membawa pohon mindi dan memperkenalkannya kepada masyarakat Arab yang terkenal.

baca juga:  Suami Istri Sering Jima’ Tanpa Sehelai Benang ? Sebaiknya Jangan, Begini yang Tepat Menurut Islam – IstriSolehah.Co

Pohon yang dibawa Soekarno diharapkan dapat mengurangi suhu panas di beberapa titik di kota-kota di Arab Saudi serta naungan dan hijau kota.

Tidak hanya membawa bibit, Soekarno juga mendatangkan ahli tanaman dari Indonesia untuk menumbuhkan tanaman yang cocok tumbuh di daerah tandus. 19659008] Karena pada waktu itu Soekarno termasuk tokoh-tokoh berpengaruh di dunia internasional sebagai pemra ide itu kemudian diterima dan pohon-pohon mindi kemudian ditanam di padang rumput Arafah dan di berbagai sudut kota-kota Mekah, Jeddah dan Madinah.

baca juga:  Subhanallah, 5 Fakta Ilmiah Ka'Bah Ini Akan Menggemparkan Jiwa Ragamu

Pohon yang ditanam kemudian dikenal sebagai pohon Sukarno oleh orang-orang Arab Saudi. [19659002] Salah satu tempat yang ditanami pohon-pohon Soekarno adalah ladang Arafah. Di sini sebagian besar wilayahnya ditutupi dengan pohon-pohon Soekarno, termasuk di jalan-jalan utama.

Pohon Sukarno juga ditanam di daerah-daerah yang akan ditempati oleh peziarah & # 39; tenda yang akan melaksanakan wukuf di Arafah.

baca juga:  GP Ansor: Umrah Amien-Prabowo Jauh dari Sah

Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan bahwa Arafat sangat panas, sekitar 38-42 derajat Celsius di musim panas. Bangunan di sekitarnya juga tidak banyak karena sawah Arafa jarang dikunjungi setiap hari di Arab Saudi.

Setelah pohon Soekarno ditanam di ladang Arafah, para peziarah Haji dari seluruh dunia merasa padang rumput Arafah berkurang karena panas dan tampak hijau.

Untuk menjaga kelangsungan pohon Soekarno, pemerintah Arab Saudi membuat saluran air khusus yang ditanam di bawah tanah untuk menyiram pohon Soekarno.

Sumber: okezone.com