Subhanallah, Wanita Ini Tukang Razia Pria yang Keliaran Saat Sholat Jum’at

0
87

Mak Gober. Itu adalah nama untuk wanita berusia 64 tahun ini. Setiap Jumat, ia selalu mengingatkan orang-orang di desanya untuk melakukan doa ibadah wajib pada hari Jumat.

Tidak seperti biasanya, Mak Gober akan berjalan menyusuri jalan dan mencari pria yang masih mengembara menjelang shalat Jumat.

Dengan hijab Shari’i, topi, dan tongkat kecil, Mak Gober akan selalu datang ke pusat kerumunan, seperti pasar, sepeda motor, ke daerah pemukiman.

“Berdoalah sebelum diucapkan” yang memotivasi wanita bernama Dede Siti Hindun ini. Penduduk Plered dan Purwakarta tidak asing dengan tradisi yang dia lakukan sejak sepuluh tahun lalu.

“Masjid Hayo ka, salut wasting pengisapan, salat badeun jumaahan (hayo cepat ke masjid, jangan diam, syuting salat Jumat),” teriak Mak Gober ketika dia menemukan seorang pria yang belum siap untuk pergi ke mesjid, meskipun dia melakukannya dengan sangat baik, Mak Gober telah menanggung berbagai risiko. Dia telah terbiasa bercerai dan memaki.

baca juga:  Kisah Ayah Kehilangan Anak yang Masih 3 Tahun bikin Terharu dan Mewek

Bahkan dia harus diceraikan oleh suaminya. Menurut summon, apa yang Mak Mak lakukan sudah di luar batas dan terlalu usil.

“Ya awalnya dia dimarahi dan dikutuk, lebih buruk lagi sampai diceraikan dengan suaminya,” kata Dedi, sopir angkot

Mak Gober tidak bergeming dan masih melakukan aksi. Saat ini banyak dukungan datang untuknya, dari warga ke ustadz.

baca juga:  Kedua Orang Tuanya Tunanetra, Biginilah Perjuangan Gadis Ini Lulus Kuliah

Bahkan Mak Gober dianugerahkan umroh ke Tanah Suci pada tahun 2013.

Awalnya Mak Scrooge merasa resah melihat laki-laki hanya diam, berteduh di bawah pohon, atau sibuk bekerja pada saat salat Jumat.

Perempuan yang bekerja sebagai penjual gas semakin bersemangat mengingat wilayah Plered adalah daerah santri. Ditambah lagi dia juga mendapat dukungan dari para pemimpin agama setempat.

“Iyah awalnya resah liat pria tidak enak yang hanya tinggal di warung, berkumpul dan bernaung di bawah pohon, dan masih di jalan sampai masih bekerja. Padahal diperlukan untuk pria sholat Jumat. Daerah yang ditambang adalah daerah santri, jadi malu kalau perilaku warga tidak nyantri, “kata Mak Gober.

baca juga:  Bikin Menangis, Kisah Gadis Cilik Suriah “Demi Allah Saya Bukan Pengemis”

Dalam melakukan aksinya, Mak Gober tidak sendirian, ia ditemani oleh temannya. Meski kemudian beberapa dianataranya tidak sanggup menerima cibiran. Ia berharap akan ada generasi mendatang yang akan melanjutkan aksinya.

“Aku tidak sendirian, tapi saat ini hanya aku dan Mak Ani, temanku, yang masih melakukan ini. Karena yang lain tidak cukup kuat untuk cemberut,” aku Mak Makber.

Mak Gober menyarankan Muslim untuk selalu melaksanakan kewajiban mereka dengan tulus.

“Pesan yang saya percayakan kepada semua Muslim dapat menjalankan semua tentang kewajiban dan aturan yang berlaku dalam agama. Tentu saja dengan niat tulus tanpa niat lain,” tambahnya.

Sumber: muslimahdaily.com