Kisah Nyata, 23 Tahun Menolak Dan Membenci Islam, Akhirnya Meninggal Sebagai Muslim

0
90

Jika ayahnya kemudian mengikuti jalan hidup anaknya masuk Islam, bagaimana jalan hidup Abdur Rahim Green sendiri? Ia lahir dengan nama Anthony Vatswaf Galvin Green pada 1962.

Vatswaf lahir di Dar es Salaam, Tanzania. Ayahnya seorang administrator kolonial di Kerajaan Inggris dan ibunya berasal dari Polandia.

Ayahnya, Gavin Green, seorang yang tidak percaya adanya Tuhan, sementara ibunya penganut Katolik Roma taat. Anthony Vatswaf dibesarkan dalam iman Katolik Roma sejak usia muda.

Vatswaf mengikuti pendidikan di sekolah berasrama di biara Katolik Roma, St Martin Ampleforth, di Gilling Castle, dan kemudian Ampleforth College. Ketika berusia 11 tahun, ayahnya bertugas di Kairo, dan Vatswaf ikut bersama orang tuanya jika liburan sekolah.

Ia belajar sejarah di Universitas London, tapi tidak menyelesaikannya karena kekecewaan yang berkembang dengan apa yang dianggap sebagai ajaran Eurocentric dari sistem pendidikan Inggris.

baca juga:  Inilah Presenter Berhijab Pertama di Kanada, Ginella Massa

Pada usia muda, Vatswaf mulai mempertanyakan keyakinan Katolik Roma, walaupun pada usia 19 tahun masih dengan “penuh semangat” membela keimanannya itu. Kemudian ia mempelajari Buddhisme selama hampir tiga tahun, meskipun tidak pernah secara resmi memeluk itu.

Pada tahun 1987, Vatswaf pertama kali tertarik pada Islam, dan mempelajari Al Quran. Vatswaf kemudian memeluk Islam pada tahun 1988, dan sejak itu menjadi praktisi dakwah. Ia pun mengganti namanya dengan Abdur Rahim.

Abdur Rahim merupakan presenter di Peace TV. Ia terlibat dalam kegiatan pendidikan dan media pada stasiun TV itu. Ia pun menjadi Ketua iERA (the Islamic Education & Research Academy). Rahim aktif memberikan ceramah di luar negeri, termasuk pada konferensi perdamaian yang diadakan di Mumbai.

baca juga:  Kisah Rithah si Pemintal Benang, Wanita yang Bodoh Karena Jodoh

Ia juga aktif di London Central Mosque and Islamic Cultural Centre. Sebagaimana Dr Zakir Naik, Dr Bilal Philips, Khalid Yasin, dan Yvonne Ridley, Rahim juga memberikan banyak kuliah tentang Islam di seluruh dunia dan juga berdakwah di Hyde Park yang terkenal di London.

Ia memiliki sepuluh anak dari dua istri. Rahim pernah ditanya dalam wawancara, apakah hukum Inggris melarang bigami.

Ia menjawab: “Benar. Namun beberapa orang Inggris melakukan bigamis. Tetapi mereka yang mempraktikan bigami dapat menjalankan pernikahannya sebagaimana ketentuan hukum perkawinan (Islam). Anak-anak yang lahir sah, istri (kedua) pun berhak mendapat mewarisi harta.”

baca juga:  Subhanallah, Inilah Kisah Catherine Ortega Menemukan Kebebasan dalam Islam

Pada tahun Rahim dilarang ikut dalam penerbangan yang singgah di Brisbane karena ia terdaftar dalam “aktivis yang masuk dalam daftar cegah” oleh pemerintah Australia.

Ini karena ia pernah berceramah yang isinya dianggap ekstrim bagi dunia Barat, yakni “Muslim dan Barat tidak bisa hidup damai bersama-sama dan bahwa kematian saat berperang jihad adalah salah satu cara paling pasti untuk masuk surga dan disenangi Allah.”

Kalangan Muslim Australia berpendapat, Pemerintah sudah terlalu jauh dengan menghentikan seorang pria yang sekarang telah berlaku moderat.

Pada satu wawancara radio berikutnya di Australia, Rahim menyatakan bahwa ia sudah lama meninggalkan pandangan ekstremis apa pun, dan menambahkan bahwa ia secara konsisten mengutuk aksi teroris.

Sumber: hidayatullah.com