Perbandingan Tarif 4 Ustadz Kondang Indonesia, Ternyata Banyak yang Dibayar Seikhlasnya

0
73

Tak dapat dipungkiri, semenjak kemajuan yang begitu pesat ini banyak ustadz dengan cara tausiyah yang berbeda mulai populer. Namun di balik popularitas itu, muncul pula para ustadz seleb, sebutan bagi para penceramah yang sering tampil di televisi. Bahkan, tak jarang dari mereka yang dikabarkan memasang tarif untuk ceramahnya sejalan dengan popularitasnya yang tinggi.

Masih soal para ustadz di Indonesia, tak kalah heboh beberapa waktu yang lalu pun salah satu pendakwa kondang, Abdul Somad sempat dikabarkan memasang tarif. Bahkan ada yang mengatakan sampai 60 juta. Lalu benarkah cerita itu dan bagaimana dengan para ustad lainnya? simak ulasan berikut ini.

Ustadz Abdul Somad, masalah tarif bukan masalah

Beberapa waktu yang lalu sempat viral berita salah satu penceramah kondang yang sedang naik daun, Ustadz Abdul Somad. Bagaimana tidak, pasalnya beliau sempat diisukan memasang tarif hingga puluhan juta pada tiap kali ceramah. Usut punya usut, rumor tersebut menyebar lantaran ustadz Abdul Somad beberapa kali menolak undangan.

baca juga:  Terungkap! Ternyata Ini dia Rahasianya Mengapa Ikan Gurame di Restoran Bisa Lezat dan Bebas Bau Lumpur?
Ustadz Abdul Somad [sumber gambar]

Padahal beliau sendiri menolak undangan tersebut lantaran memang sedang sibuk ceramah di tempat lain, bukan karena tarifnya yang kurang. Menurut ustadz Somad sendiri, dirinya tidak menerapkan jumlah tarif saat diundang, hanya saja beliau hanya meminta beberapa syarat khusus seperti transportasi dan hal-hal penunjang lainnya saat berceramah.

Meski sering tampil di televisi, Ustad Nur Maulana tak mau pasang tarif

Tentu sosok wajah ustadz yang satu ini sangat akrab terutama para pecinta televisi. Terkenal dengan slogan ‘Jamaah…. Oh jamaah….’ Ustadz Nur Maulana jadi salah satu dai kondang terutama di kalangan ibu-ibu. Alhasil bukan hal yang aneh kalau acara ceramahnya hampir disiarkan setiap hari. Namun demikian, beliau ternyata memegang prinsip untuk tidak memasang tarif saat diundang seorang muslim untuk berceramah.

ustadz maulana [sumber gambar]

Hal itu serupa dengan apa yang dulu disampaikan oleh gurunya di pesantren yang mengharamkan masalah tarif bagi dai. Menurutnya, dakwah adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan, jadi tanpa dibayar pun kita harus lakukan.

baca juga:  Suami Istri Harus Tahu, Ini Hubungan Yang dilarang Saat Begituan

Pendakwa kondang Riza Muhammad rela jika harus tak dibayar

Salah satu ustadz kondang yang satu ini juga menerapkan prinsip serupa pada setiap dakwahnya. Ya, pasalnya ustadz Riza Muhammad juga enggan menerapkan tarif jika diminta untuk berceramah. Jangankan memikirkan masalah tarif, bahkan jika harus tak dibayar pun beliau rela asalkan bisa berdakwah dan menyebarkan perintah agama.

Ustadz riza-muhammad [sumber gambar]

Alhasil bukan hal yang aneh kalau banyak jamaah yang ngefans pada sosok pendakwa yang satu ini, tentu dari segala kalangan umur. Pun demikian, meskipun tak se-aktif dulu di televisi,  suami dari pesinetron Indri Giana tetap aktif berdakwah untuk menyebarkan pelajaran agama.

Ternyata ustadz Solmed juga pernah heboh masalah tarif ceramah

Siapa yang tak tahu dengan ustadz kondang yang satu ini, lantaran muda dan selalu aktif mengisi ceramah di televisi membuat namanya jadi cepat melambung. Pun demikian masyarakat yang ingin mengundangnya, selalu ada tiap waktu. Namun siapa sangka dulu beliau juga sempat viral lantaran masalah tarif.

baca juga:  Mengintip Istana Raja di Kamboja
Ustadz-Solmed [sumber gambar]

Tepatnya saat dirinya diundang ke Hongkong, awalnya pihak penyelenggara mengaku menyediakan uang sebanyak 8 juta untuk ustadz Somed karena mengaku siap dibayar seikhlasnya, namun kemudian tiba-tiba meminta naik sampai 10 juta rupiah. Alhasil cerita mengenai tarif ini sempat viral di dunia maya. Namun akhirnya ustadz Solmed pun menjelaskan mengenai adanya kesalahpahaman atas kejadian ini dan meminta maaf.

Siapa sangka banyak ustadz atau penceramah Indonesia rela dibayar ‘sangat mahal’ yaitu senyuman jamaah yang senang menerima tausiyah agama. Ya, tak selamanya uang membuat mereka lupa akan tugas mereka. Hal inilah yang patut diacungi jempol, bukti masih banyak yang peduli.

sumber:www.boombastis.com