Ibu Muda Ini Rebutan Tas Berisi Uang Rp 450 juta dengan Bandit Bermotor

0
103

suarandeso.com, Bandar Lampung | Aksi bandit jalanan dengan modus gembos ban dan pecah kaca kembali terjadi di Bandar Lampung.

Seperti dilansir dari tribunlampung.co.id, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 19 januri 2018. Para pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang menyasar seorang ibu muda yang baru mengambil uang dalam jumlah besar dari bank.

Sempat terjadi perebutan tas berisi uang senilai Rp 450 juta antara korban, Hesty Warsini, dengan pelaku di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, dekat Terminal Sukaraja sekitar pukul 11.00 WIB.

Beruntung, Hesty berhasil mendapatkan kembali uangnya setelah tarik-tarikan tas dengan pelaku.

Kapolsek Telukbetung Selatan, Komisaris Listiyono Dwi Nugroho, mengatakan, satu dari lima pelaku pencurian modus gembos ban dan pecah kaca berhasil diamankan polisi.

Pelaku berinisial P, warga Palembang, Sumatera Selatan.

Menurut Listiyono, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit kendaraan Yamaha Vixion, paku payung, dan pecahan busi.

“Paku payung dan pecahan busi tersebut merupakan alat yang pakai pelaku untuk menjalankan aksinya,” kata Listiyono.

baca juga: Driver ojek online ini selalu ajak foto penumpang cantik, leh uga u!

baca juga:  Jempolmu Harimaumu, Facebook, Kominfo dan Bawaslu Kerjasama Perangi HOAX

Hesty menuturkan, peristiwa itu bermula setelah dirinya mengambil uang di Bank BRI Jalan Laksamana Malahayati, Telukbetung Selatan, Jumat sekitar pukul 10.30 WIB.

Juragan jagung asal Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, itu datang seorang diri ke bank dengan mengendarai mobil Honda Brio BE 1302 AX.

“Uang itu mau saya pakai untuk pembayaran jagung,” kata Hesty di Mapolsek TbS, kemarin. Saat keluar dari bank, Hesty langsung menuju mobilnya dan meletakkan tas berisi uang tersebut, di bawah kursi samping pengemudi.

Hesty menduga sudah dijadikan sasaran oleh pelaku sejak dari dalam bank. Dugaan tersebut karena saat dalam perjalanan ada dua orang berboncengan Yamaha Vixion warna putih BE 4658 BM yang berkali-kali mendekati mobilnya.

“Dua orang itu berulang kali bilang ke saya kalau ban mobil saya kempis. Tapi, saya terus jalan saja, mencari tambal ban,” ujarnya.

Hesty kemudian masuk ke tambal ban di Jalan Yos Sudarso, dekat Terminal Sukaraja. Saat ban mobilnya ditambal, Hesty keluar dari dalam mobil.

baca juga:  5 Hal Ini Bukti Kenapa Marquez Lebih Baik Diberhentikan dari Ajang MotoGP

Hesty mengaku tidak sadar saat kaca mobil depan dekat kemudian dipecahkan oleh pelaku. Ia baru merasa terkejut setelah melihat sosok setengah badan masuk ke dalam mobilnya.

“Tahu-tahu ada badan pelaku ini sudah masuk ke dalam mobil melalui kaca depan kanan,” tuturnya.

Setelah pelaku mengambil tas ransel berisi uang itu, Hesty spontan mengejar pelaku. “Jadi saat dia hendak naik sepeda motor dan mau kabur saya kejar,” ujarnya.

Hesti pun berhasil meraih tali tas yang hampir dibawa kabur pelaku. Tak ayal, terjadi tarik- menarik tas.

“Sempat tarik-tarikan, saya dapat tas saya, tapi pelaku yang bawa tas bisa kabur. Sedangkan (pelaku) yang bawa motor jatuh,” katanya.

Sembari berteriak minta tolong, Hesty sempat berusaha menghalang-halangi pelaku yang terjatuh dari motor agar tidak kabur. Warga sekitar kemudian berdatangan dan berhasil membekuk pelaku.

“Ya warga sekitar dan yang melintas ikut membantu,” ujarnya.

Berbagi Tugas

Kapolsek TbS Komisaris Listiyono mengatakan, kawanan bandit yang berjumlah lima orang ini cukup profesional. Berdasarkan keterangan tersangka, kata Listiyono, masing-masing pelaku sudah berbagi tugas.

baca juga:  10 Tahun Tidak Bertemu, Pria ini Terkejut Melihat Istri Sahabatnya

Seorang pelaku mengintai calon korban di dalam bank. Setelah mendapat target, pelaku memberi tahu rekannya mengenai ciri-ciri target yang akan menuju mobilnya.

Pelaku lain yang membawa paku payung kemudian menusuk ban mobil korban. Sementara dua pelaku lain bertugas sebagai eksekutor.

“Mereka mengikuti korban dan memberi tahu ban mobil korban kempis. Saat korban lengah, seorang pelaku memecahkan kaca mobil dan mengambil tas berisi uang milik korban,” jelasnya.

Terkait jumlah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan para pelaku, Listiyono mengaku saat ini polisi sedang mendata dan berkoordinasi dengan Polresta.

“Sedang dilakukan pendataan oleh anggota, jumlah TKP pelaku,” kata Listiyono.

Sementara itu, tersangka P menuturkan, ia dan beberapa temannya keluar masuk bank untuk mencari target sasaran.

Setelah mendapatkan target, seorang pelaku lainnya berinisial Y menggembosi mobil korban dengan menggunakan paku.

“Jadi ada yang pasang paku agar ban mobilnya bocor,” kata P.

Setelah terpasang dan kempes, sambung dia, ada dua orang yang bertugas membuntuti korban.

“Itu saya dan teman saya. Begitu berhenti dan menambal, kami kerjain,” kata P. (ltnc/red)