“Tamparan Keras” Kartika Putri untuk Puisi Sukma

0
71

Artis yang kini berhijab Kartika Putri menanggapi puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai menyinggung umat Islam.

“Tamparan Keras” Kartika ia unggah di akun jejaring sosialnya pada Senin (2/4/2018).

“Bismillahirrhmanirrohim. Postingan ini hanya kewajiban saya sebagai seorang muslimah yang wajib meluruskan hal yang menurut saya tidak pantas atau tidak seharusnya…

tanpa mengurangi rasa hormat dan tetap saling menghargai….

Jika tidak tahu syariat Islam lebih baik mencari tahu atau jauh lebih DIAM saya rasa itu lebih bijak
*Aku tak tahu Syariat Islam* (Maka cari tahu atau DIAM)
*yang kutau sari konde ibu lebih cantik dari cadar dirimu*

baca juga:  Kenakan Niqab, Kartika Putri Merasa Diintimidasi Security Bandara

(Cadar bukan perkara kecantikan ibu, tapi itu adalah sunnah dan tahukah manfaat cadar??? jika belum tahu juga maka saya beritahu)

*Gerai tekukan rambutnya suci sesuci kain pembungkus ujudmu*

(Menurut Islam kesucian wanita muslimah adalah dengan menjaga kehormatannya dan rambut suci yang dimaksud juga adalah aurat yang harus dijaga dengan cara ditutupi)

baca juga:  Lagi2, Postingan Armando Dapat Komentar Pedas Dari Nitizen

Belum tahu besarnya dosa membuka aurat di Islam mari saya beritahukan

Kecantikan wanita asli bangsa kita adalah akhlak mulianya yang dapat menyelamatkan negri tercinta ini..

Adzan bukanlah seni suara yang dimana harus merdu melainkan panggilan Allah kepada hambaNya untuk mengerjakan sholat..

Jika tidak tahu maka saya beri tahu..bahwa seluruh umat Islam (laki-laki, tamyiz, dan berakal sehat)

dibolehkan melantunkan adzan tepat pada waktunya dengan suara keras bukan wajib merdu saja karena ingat ini panggilan Allah bukan pentas tarik suara

baca juga:  Adilkah? Dandy Rahmadila di tangkap Karena Samakan Azan Dengan Penyanyi ... Goyang "saya pingin Terkenal"

*sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya*

(Kalimat ini saya setuju, makanya jangan hilangkan adab sebagai bangsa Indonesia yang terkenal akan santunnya budaya saling menghormati, menghargai perbedaan suku, agama dan menyayangi sesama tanpa membeda-bedakan).

ISLAM bukanlah Budaya tetapi adalah Agama maka tidak bisa dibandingkan dengan budaya..

Buatlah karya tanpa membandingkan, cukup menceritakan keindahan budaya dan tanah air tercinta kita…”