Orangtua Sering Menyumpahi Anak Sendiri, Ini Akibatnya!

0
89

Ridho Allah ada pada ridho orangtua, namun bagaimana kalau orangtua egois, keras, bersikap buruk pada anak, bahkan  tak jarang kalau permintaannya tak dituruti, berburuk sangka dan menyumpahi serta mendoakan yang jelek untuk  anaknya?

Apa bisa sukses hidup kita kalau seperti itu…? Kan doa orangtua ke anak itu mustajab,,,

Terkadang sebagai anak mungkin kita sering merasa diperlakukan tidak adil oleh orang tua baik itu ayah maupun ibu, ini itu dilarang dan mereka seperti maunya menang sendiri atau EGOIS.

Seperti misalnya ketika kita ingin memilih sekolah ini tapi orangtua mengharuskan ke sekolah itu atau dalam hal pernikahan, ketika kita ingin menikah dengan pasangan pilihan kita tetapi orangtua memaksa untuk menikah dengan pasangan pilihan mereka dan masih banyak contoh yang lainnya.

Sangat menjengkelkan memang dan rasanya pasti ingin memberontak.

Pertanyaan:

Assalamu alaikum ustadz, ada teman titip pertanyaan. Afwan mengganggu.

Bagaimana cara bermuamalah dengan baik kepada ibu dan kedua orangtua, yg terlalu ingin mengendalikan anaknya dan selalu memaksa memenuhi keinginannya mengarahkan dalam hal cinta dunia.

baca juga:  NGERiii, Satu Bagian Tubuh ini Kalau Tidak Terjaga Bakal Terus Menabung Dosa bagi Kita

Perbuatan bid’ah dan syirik disebabkan kurangnya ilmu agama yang dimiliki dan selalu merasa paling benar dan tidak jarang jika permintaannya tidak diikuti sering berburuk sangka, berghibah, menyumpah- nyumpahi serta mendoakan jelek dan mengatakan hal-hal jelek tentang anaknya apalagi jika si anak pernah melakukan kesalahan yang selalu diingatnya walau si anak sudah bertaubat dan berubah.

Bagaimana seharusnya si anak dalam bersikap selain mendoakannya karena ridho Allah ada pada ridho orangtua. Jazakallahu khairan ustadz

Jawaban:

Sebagaimana dikutip dari markazdakwah.or.id, dijawab oleh Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc. Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Anda sebagai seorang anak bersabar menghadapi orang tua seperti ini. Sabarkan hati, mulut, tangan dan semua anggota tubuh dari menyakitinya.

2. Tampakkanlah kepadanya akhlak yang mulia dan ucapkanlah ucapan yang lembut lagi sopan.

Kekasaranya jangan membuatmu kasar kepadanya. Justru tampilkanlah akhlak sopan dan jangan sekali-kali menyakiti hatinya, agar akhlak baikmu menutupi segala kesalahan dan keburukanmu yang sudah tertanam di pikirannya.

baca juga:  Amalan Ini Lebih Utama dari Berinfak Emas dan Perak

3. Doakanlah orang tuamu agar diberi hidayah dalam mengamalkan sunnah.

4. Sesering mungkin anda memberikan hadiah dan oleh-oleh kepadanya agar hatinya senang dan lunak kepadamu.

5. Hindarilah kondisi dimana anda akan berdebat dengannya, kecuali bila anda melihat atau mendengar kemungkaran yang harus ditolak, maka tolaklah dengan cara yang lembut dan penuh kesopanan. Pilihlah kata-kata yang paling halus.

6. Berilah nasihat hikmah kepadanya dari Al-Qur`an, sunnah atau kalam bijak para ulama. Jangan pernah bosan memberinya nasihat.

Boleh jadi awal nasihat, ia tak terima, tapi mungkin saja kali yang lain, hatinya akan tersentuh. Pernahkah anda membaca kisah Nabi Ibrahim shallallahu alaihi wa sallam dalam menasihati ayahnya? Beliau melakukannya berkali-kali.

7. Bila orang tua tidak menerima nasihat anda, maka doakan agar hatinya terbuka.

8. Mengikuti perintah orang tua dalam perkara yang halal, mubah atau sunnah adalah hal yang wajib, kecuali bila ia memerintahkan dosa (bid’ah, maksiat, kekafiran atau syirik), maka wajib anda tolak, tapi dengan cara yang baik, halus, lagi sopan.

baca juga:  7 Tanda Kami Selalu Tidak Setia Tanpa Kami Sadari, Ke 5 Sering Kita Lakukan

9. Ajaklah orang tua menghadiri majelis ilmu. Kalau tidak bisa, maka bawakanlah rekaman, kaset, kitab atau buku. Undanglah teman-teman yang baik yang bisa diharapkan memberi nasihat dan pengaruh positif kepada orang tua anda, sebab terkadang orang tua lebih menerima nasihat orang lain, dibanding nasihat anaknya.

10. Bila anda sudah tidak bersabar hidup serumah dengannya, maka mintalah izin kepadanya dan carilah jalan/alasan biar anda hidup di rumah atau tempat lain, agar ia merindukanmu.

Sebab sering kali timbul problema antara seorang anak dengan orang tuanya, karena adanya ketidakcocokan ide atau pendapat. Di tempat lain anda bisa bebas berkreasi, dan ia pun bebas berkreasi. Namun perpisahan ini janganlah anda jadikan jalan untuk menjauhi orang tua dan melupakannya.

Semoga ulasan pada artikel ini bisa menjadi bahan pembelajaran untuk kita semua. sumber : www.wajibbaca istriSolehah.Co