Pengebom Di Gereja Dan Mapolrestabes Surabaya “Sakit Jiwa”

0
52

Dikenal, Aman Adalah Pemimpin Jamaah Ansharut Daulat (JAD) Yang Menjadi Dalang Dari Serangkaian Serangan Bom Bunuh Diri Di Surabaya.

Persidangan kasus terorisme Teroris Aman Rahid masih digelar. Pengadilan terakhir pertahanan pertahanan diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (25/5). Pada kesempatan itu Aman memberi pernyataan yang cukup mengejutkan.

Aman adalah frontman Jamaat Ansharut Daulat (JAD). Kelompok yang diketahui memberikan dukungan penuh kepada ISIS. Serangkaian pemboman bunuh diri yang menewaskan dan melukai puluhan orang di Surabaya, Jawa Timur, pada hari Minggu (13/5) dan Senin (14/5) dilakukan oleh satu keluarga yang diidentifikasi termasuk anggota JAD. Karena itu, polisi menduga Aman juga berada di belakang serangan teror yang melukai banyak orang.

baca juga:  Surabaya Digonjang Teror Bom, Ini 5 Arahan Walikota Risma ke Guru Agama se-Surabaya

Namun, dalam sesi pembelaan kemarin, Aman menyatakan bahwa insiden bom di Surabaya bukanlah jihad. Dia bahkan mengatakan bahwa orang yang melakukannya hanya orang yang sakit mental. “Dua insiden (teror bom) di Surabaya saya katakan, mereka yang melakukan, atau memberkati, atau mengajar, atau menyebutnya jihad, adalah orang-orang yang sakit jiwa mereka dan frustrasi dengan kehidupan,” kata Aman kepada Kompas pada Sabtu / 5 ).

Aman menambahkan bahwa pelaku bom bunuh diri di tiga lokasi gereja dan juga di depan kantor Mapolrestabes Surabaya telah gagal memahami jihad. “Insiden kedua ibu yang memimpin anak-anak mereka terus meledakkan diri di kafilah gereja adalah tindakan yang tidak mungkin dari orang-orang yang memahami ajaran Islam dan tuntutan jihad, bahkan mustahil untuk datang dari orang-orang yang pikiran sehat,” Aman lanjut.

baca juga:  Pingin Mudik Jakarta-Surabaya Lewat Tol Siapkan dana 351.500 Rupiah

Aman juga mengkritik pemboman bunuh diri yang dilakukan oleh keluarga di depan kantor Mapolrestabes Surabaya sebagai tindakan keji. Menurutnya, Islam adalah agama yang lolos dari aksi teror seperti yang terjadi di Surabaya. “Kejadian seorang ayah yang sedang menunggangi anak lelakinya dan meledakkan dirinya di depan kantor polisi, putranya terpental dan alhamdulillah masih hidup, tindakannya adalah tindakan kejam dengan dalih jihad,” kata Aman.

Mendengar hal ini, Kapolda Jenderal Tito Karnavian meminta berbagai pihak untuk membuat pernyataan viral yang dikeluarkan oleh Aman. Menurutnya, ini adalah pernyataan penting untuk mengurangi aksi teror. Mengingat Aman adalah pemimpin utama JAD yang menjadi dalang dari serangkaian pemboman bunuh diri di Surabaya.

baca juga:  Teks Lengkap Puisi Sukmawati Yang Dinilai Lecehkan Umat Islam

“Tolong sampaikan pernyataan Aman Abdurahman pada persidangan,” kata Kepala Polisi Pol. Tito Karnavian. “Amman Abdurahman mengatakan bahwa melakukan serangan terhadap orang yang tidak percaya, termasuk orang Kristen, selama dia tidak mengganggu pemboman yang melanggar hukum, melanggar hukum, berdosa, apalagi bunuh diri, membawa anak-anak ke neraka.

Aman Abdurrahman sebelumnya telah dituntut oleh jaksa. Dia terbukti telah melakukan tindakan kriminal perencanaan dan / atau memobilisasi orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.(lisa/Wowkeren)